Diplomasi adalah Ilmu Sejenis Akar Rumput tak Bergoyang walau Tertiup Angin: Marissa Haque Fawzi

Diplomasi adalah Ilmu Sejenis Akar Rumput tak Bergoyang walau Tertiup Angin: Marissa Haque Fawzi
Diplomasi adalah Ilmu Sejenis Akar Rumput tak Bergoyang walau Tertiup Angin: Marissa Haque Fawzi

YM Fawzi Abdulrani & Ibu Setia Nurul Muliawati Moe'min Duta Besar RI di Islamabad

YM Fawzi Abdulrani & Ibu Setia Nurul Muliawati Moe'min Duta Besar RI di Islamabad
YM Dato' Fawzi Abdulrani & Ibu Setia Nurul Muliawati Moe'min, Duta Besar RI untuk Islamabad, Pakistan

H. Fawzi Abdulrani Ayah Tercinta Ikang Fawzi (Ayah Mertua Marissa Haque)

H. Fawzi Abdulrani Ayah Tercinta Ikang Fawzi (Ayah Mertua Marissa Haque)
H. Fawzi Abdulrani Ayah Tercinta Ikang Fawzi (Ayah Mertua Marissa Haque)

Keluarga Besar Deplu dalam Rumah Marissa Haque Fawzi: Ikang, Bella, dan Kiki

Keluarga Besar Deplu dalam Rumah Marissa Haque Fawzi: Ikang, Bella, dan Kiki
Wangi Deplu dalam Diplomasi di Keluarga Kami: Ikang Fawzi, Marissa Haque, Isabella Fawzi, Chikita Fawzi

Diplomasi Baju Kembar Putih Kami Berdua: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Diplomasi Baju Kembar Putih Kami Berdua: Ikang Fawzi & Marissa Haque
Mencoba Melakukan Diplomasi Ekspresi Cinta Melalui Warna: Putih Cinta Ikang Fawzi & Marissa Haque

Jumat, 27 Mei 2011

Ilmu Diplomasi ‘Sederhana’ yang Dipulung Icha pada 1987 Lalu: Ikang Fawzi

Diplomasi adalah Ilmu Sejenis Akar Rumput tak Bergoyang walau Tertiup Angin: 

Marissa Haque Fawzi


Diplomasi adalah Ilmu Sejenis Akar Rumput tak Bergoyang walau Tertiup Angin. Kurang lebih mungkin itulah substansi yang dapat kupetik dari ‘memulung’ ilmu diplomasi dari almarhum Ayah Mertuaku YM. Dato’ Fawzi Abdulrani asal Sulawesi Barat (Sulbar sekarang dulu Sulsel)–Bugis-Mandar–yang seorang diplomat senior alumni dari SESDILU (Sekolah Dinas Luar Negri) itu saat baru menikah dengan Ikang Fawzi. Walau sesungguhnya makna dari Ilmu Diplomasi jauh lebih dalam dari yang sempat kuserap pada tahun 1987 lalu dari Ayah Mertuaku terkasih.

green-marissa-haque-fawzi

Marissa Haque & Ikang Fawzi: Diplomasi Protektif Diperlukan Segera

Pasca Kesepakatan CAFTA 1 Januari 2010

( Masuknya Arus Modal Spekulatif 2011 ke Indonesia)
Langkah Antisipatif
Indonesia dan beberapa negara modern lainnya di dunia tidak mungkin menjalankan kegiatan ekonominya, tanpa investasi asing yang datang menanamkan modal ke negerinya. Sejak tahun 2010 ini investasi asing yang masuk ke Indonesia sangat tinggi, dan pemerintah Indonesia optimis bahwa investasi yang akan masuk pada tahun 2011 tumbuh lebih kuat.

Hatta Rajasa Menko Perekonomian Indonesia dan Darmin Nasution Guberbur BI seusai rapat di kantor Presiden di Jakarta pada tanggal 27 Desember 2010 mengungkapkan perkiraan investasi asing langsung/FDI (foreign direct investment) untuk tahun 2011 adalah sebesar $14 milyar, naik sebesar $1,5 milyar dari jumlah tahun sebelumnya sebesar $12,5 miliar. Sementara arus modal yang masuk ke portofolio sebesar $16 miliar pada periode tahun 2010.

Dengan dinamika arus modal asing yang masuk ke Indonesia tersebut, baik Menko Perekonomian maupun Gubernur BI mengingatkan bahwa harus terjadi kerjasama yang sangat baik serta harmoni antara pemerintah pusat dan BI guna sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. Yang tujuannya tak lain adalah untuk berjaga-jaga bila terjadi sudden reversal dan mengurangi kecepatan arus modal yang sangat spekulatif serta berjangka pendek. Cara yang akan ditempuh oleh pemerintah Indonesia bekerjasama dengan BI adalah dengan membangun cadangan devisa yang memadai. Dengan catatan menurut BI bahwa saat ini cadangan devisa Indonesia adalah sebesar $95 miliar, dan dianggap cukup baik untuk kondisi sebuah Negara seukuran Indonesia.

Semoga kondisi politik-hukum Indonesia juga semakin kondusif kedepannya. Agar tidak mengganggu rencana yang telah ditetapkan bersama pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia sejauh ini.

Sumber: http://marissahaque.blogdetik.com
dan http://marissahaque-diplomasi-inspirasi.blogspot.com/

Diplomasi melalui Musik untuk Kurikulum di Indonesia: Ikang Fawzi & Marissa Haque


Jum’at, 04 Maret 2011 17:15 wib
Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2011/03/0…
SURABAYA- Kondisi pelajaran musik di sekolah dasar hingga menengah atas kian memprihatinkan. Bahkan pola-pola pembelajaran terkesan monoton sehingga siswa tidak memahami musik secara pasti. Pelajaran musik di Indonesia hanya sebatas teori saja.
Hal itu disampaikan Ketua Music Teacher Association of Indonesia (MTAoI) Ivon Maria Pek Pien. “Pelajaran musik di Indonesia sangat jauh tertinggal dibanding luar negeri. Oleh karena itu, melalui MTAoI ini akan diperjuangkan agar terwujudnya kurikulum musik skala nasional,” kata Ivon di sela-sela acara Open Piano Competition The 11th Galaxy International di Hotel JW Marriot, Jalan Embong Malang, Surabaya, Jum’at (4/3/2011).

Dia menambahkan, di Indonesia, sekolah musik selalu dicampurkan dengan sekolah umum. Beberapa siswa selalu dibebani dengan pelajaran musik yang hanya teori saja. MTAoI berencana menggulirkan kurikulum bagi perkembangan musik di Indonesia, yakni bagaimana menanamkan musik secara benar sejak dini. Kemudian, ketika siswa beranjak dewasa dapat menerapkan musik tanpa harus les privat lagi.

Ivon mengkritik, Indonesia tidak memiliki konservatorium, sebuah wadah untuk mencari bakat-bakat musisi. Di luar negeri, seperti di New York dan Eropa, konservatorium ini sudah melembaga. “Kabarnya sih akan ada pembangunan konservatorium di Indonesia. Sayangnya yang mendanai bukan pemerintah Indonesia, melainkan pemerintah Belanda bekerja sama dengan kampus Widya Mandala Surabaya,” ungkapnya. (rfa)(rhs)

Ayah Ambassador Betulan, Anak Ambassador Kebun Raya & LIPI: Marissa Haque & Ikang Fawzi

Bogor (ANTARA News) - Rocker Indonesia era 90 an Ikang Fawzi dinobatkan sebagai ambasador Kebun Raya, oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Senin.

Penobatan dilakukan karena selama ini suami artis cantik Marissa Haque tersebut telah menjadi sahabat kebun raya dan prinsip hidupnya yang sangat mencintai lingkungan menjadikannya duta kebun raya.

Peran Ikang dalam menjaga kelestarian alam, terlihat dari pola hidupnya. Dimana rumahnya memiliki banyak pohon dan sudah menerapkan pola keseimbangan alam kepaa anak-anaknya.

"Saya orang yang sangat mencintai keluarga, saya ingin mesa depan anak dan cucu saya kelak dapat hidup sehat dengan lingkungan yang sehat pula. Sejak dini saya mengajarkan kepada anak-anak saya untuk menjaga keseimbangan alam, dengan mencintai tumbuh-tumbuhan dan kelestarian lingkungan," ujarnya kepada ANTARA di Bogor, Senin

Ikang dinobatkan sebagai duta kebun raya oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ditandai dengan penyematan pin duta kebun raya oleh kepala LIPI Prof. Dr. Umar Anggara Z, disaksikan oleh wakil menteri PU Ahmad Hermantor Dardar, kepala Kebun Raya Bogor, Said Sinaga, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI Prof. Dr. Endang Sukara, dan Marissa Haque.

Umar Anggara menyatakan dukungannya atas tugas yang kini dijabat oleh rocker Indonesia tersebut.

"Kita berharap dengan dijadikannya mas Ikang Fauzi sebagai duta kebun raya, dapat mensosialisasikan dan mengembangkian kebun raya ke tengah masyarakat. Peran beliau sangat penting untuk keberadaan kebun raya agar tetap dikenal masyarakat luas," ujarnya.

Ikang menyatakan tugasnya sebagai duta adalah mengajar masyarakat untuk menjaga kelestarian alam, memperkenalkan kekayaan fauna yang dimiliki Indonesia kepada masyarakat.

"Yang terpenting adalah mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam. Dengan alam yang seimbang kehidupan manusia akan berjalan selama puluhan tahun. Kita akan merencanakan program-program pengenalan bagaimana agar kebun raya dapat dikenal masyarakat luas," terangnya.

Penobatan tersebut berlangsung dalam acara diskusi desain Master Plan Kebun Raya Solok, Kebun Raya Minahasa dan Kebun Raya Kendari bertempat di gedung konservasi Kebun Raya Bogor.


Sumber: ANTARA News (Senin, 25 Januari 2010 16:48 WIB)

Diplomasi adalah Ilmu Sejenis Akar Rumput tak Bergoyang walau Tertiup Angin: Marissa Haque Fawzi

Diplomasi adalah Ilmu Sejenis Akar Rumput tak Bergoyang walau Tertiup Angin: Marissa Haque Fawzi
Diplomasi adalah Ilmu Sejenis Akar Rumput tak Bergoyang walau Tertiup Angin: Marissa Haque Fawzi

Keluarga Penulis & Penyanyi Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Keluarga Penulis  & Penyanyi Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque
Keluarga Penulis & Penyanyi Kami: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Entri Populer